Thursday, 31 December 2015
Novel Zahara Putri
Ini pertama kalinya novel karyaku terbit, tentu saja sangat bahagia. Setelah bertahun-tahun menulisnya, akhirnya tulisanku ini diterbitkan juga. Secret Admirer merupakan buku tunggal ketiga setelah Mantan Terindah dan Senandung Cinta Sang Putri, namun menrupakan novel pertama.
Untuk pewnjelasan dan sinopsis dari buku karyaku ini, adalah sebagai berikut:
Judul: Secret Admirer
Karya: Zahara Putri
Layout: Roemant -Art
Tebal: vii+316 hlm 13x19 cm
Cetak: September 2015
Harga: 52.000
Sinopsis
Lelaki mata telaga itu hadir menggelisahkan hati Aisyah. Cinta tak bisa dielak, namun ketakutan akan pertemuan menjadikan Aisyah sebagai "Secret Admirer" bagi lelaki tersebut selama bertahun-tahun.
Kekuatan cinta dan kesetiaan Aisyah menjadikan hati lelaki tersebut luluh. Lelaki pujaan hatinya itu berharap akan pertemuan.
Namun, ketika pertemuan sudah direncanakan justru Aisyah tidak hadir karena ketakutannya sendiri. Ketidakhadiran Aisyah menjadikan lelaki tersebut kecewa dan merasa dipermainkan.
Lelaki pujaan hati Aisyah tersebut menghilang dari kehidupan Aisyah. Kepergiannya menjadikan kesedihan dan penyesalan bagi Aisyah.
Ketika kembali bertemu, nyatanya hati lelaki tersebut bukan lagi untuk Aisyah. Hati Aisyah hancur, hanya penyesalan dan kesedihan yang ia rasakan.
Lelaki yang dicintainya tak mampu ia miliki, tetapi hati Aisyah tetap bertahan. Mencintainya dan terus menunggu hingga hati lelaki tersebut kembali padanya.
Nb: Buku bisa dipesan ke Penerbit Reybook: http://www.penerbitreybook.com/ atau lewat penulisnya.
Karya: Zahara Putri
Layout: Roemant -Art
Tebal: vii+316 hlm 13x19 cm
Cetak: September 2015
Harga: 52.000
Sinopsis
Lelaki mata telaga itu hadir menggelisahkan hati Aisyah. Cinta tak bisa dielak, namun ketakutan akan pertemuan menjadikan Aisyah sebagai "Secret Admirer" bagi lelaki tersebut selama bertahun-tahun.
Kekuatan cinta dan kesetiaan Aisyah menjadikan hati lelaki tersebut luluh. Lelaki pujaan hatinya itu berharap akan pertemuan.
Namun, ketika pertemuan sudah direncanakan justru Aisyah tidak hadir karena ketakutannya sendiri. Ketidakhadiran Aisyah menjadikan lelaki tersebut kecewa dan merasa dipermainkan.
Lelaki pujaan hati Aisyah tersebut menghilang dari kehidupan Aisyah. Kepergiannya menjadikan kesedihan dan penyesalan bagi Aisyah.
Ketika kembali bertemu, nyatanya hati lelaki tersebut bukan lagi untuk Aisyah. Hati Aisyah hancur, hanya penyesalan dan kesedihan yang ia rasakan.
Lelaki yang dicintainya tak mampu ia miliki, tetapi hati Aisyah tetap bertahan. Mencintainya dan terus menunggu hingga hati lelaki tersebut kembali padanya.
Nb: Buku bisa dipesan ke Penerbit Reybook: http://www.penerbitreybook.com/ atau lewat penulisnya.
Tuesday, 29 December 2015
Memulai Wiraswasta

Perjuangan itu tak selalu mulus, bahkan ketika menjalani kehidupan pun tak selamanya indah. Ada manis dan asam kehidupan. Bahkan pahit pun juga pernah terjadi. Dengan berbagai macam ujian, cobaan dan tantangan dalam hidup.
Ketika menikah tentu akan berbeda dengan sebelum menikah. Ujian hidup semakin besar, dalam bertahan hidup jika harus lebih mandiri. Tidak lagi bergantun terhadap orang tua. Hidup dengan kaki sendiri, melangkah bersama suami memperbaiki kehidupan.
Permasalahan ekonomi tentu tak pernah hilang datang sebagai ujian dalam rumah tangga kami. Beberapa cara sudah kami lakukan, bahkan kami pernah ldr agar perekonomian menjadi lebih baik. Namun dengan kami bekerja sendiri-sendiri dan di kota yang berbeda, menjadikan kekhawatiran dan hati kami merasa sepi. Akhirnya aku memutuskan untuk resign dan memilih menemani suami.
Aku memulai dengan bisnis online shop walau dengan hasil yang tak pasti, namun setidaknya ketika ada barang yang bisa dijual, alhamdulillah bisa untuk tambahan. Aku juga berlanjut stok barang dan menjualnya, namun sayang usaha ini menjadikan aku nelangsa dan menangis. Uang terhenti karena dagangan hanya dihutang, ketika ditagih masih ruwet.
Beberapa cara dan usaha terus kami lakukan, hingga kini aku mulai berjualan di depan rumah. Makanan ringan, seperti jamur crispy, tahu criospy, roti bakar, sosis bakar, sosis crispy, telur crispy, dll. Alhamdulillah, dari sini keuangan kami sedikit membaik. Setidaknya setiap hari aku memegang uang, tidak lagi bingung uang untuk belanja.
Mungkin ini jalan untuk saat ini, jikapan nanti ada jalan yang lebih baik dan usaha semakin berkembang, semoga kami tetap selalu bersyukur dan tetap bershodaqoh.
Untuk menulis? Aku tetap menulis dan berharap menulis juga bisa sekaligus menjadi profesi.
Wednesday, 11 November 2015
Kucing yang Suka Pose
Seekor kucing sering sekali datang ke rumah. Kucing liar karena tidak diketahui pemiliknya, kucing kampung. Aku sendiri bukan penyuka kucing, karena tidak tahan dengan bulunya, namun suamiku sangat menyukainya. Waktu kucing itu datang, suami selalu menyambutnya dengan suka cita. Dengan memberinya makan, mengelusnya dan mengajaknya bermain. Suami sangat menyukainya. Seolah ada hiburan baru, apalagi kami juga belum dikaruniai anak.
Ketika kami LDR kucing itulah yang
menemani suami. Aku membiarkan saja, mungkin itu hiburannya. Lagipula kucing
tersebut begitu penurut dengan suami. Lihat saja tingkah polahnya, bahkan
suamiku menaruhnya di atas pohon dan memotretnya. Kucing itu begitu manis dan
lucu.
Walau kucing itu datang dan pergi,
namun suamiku akan tetap bersuka cita dengan kehadirannya. Jikapun pergi, tidak
akan dicegah, karena memang kucing liar dan kami bukan pemiliknya.
Tuesday, 27 October 2015
PERJUANGANKU MENGIKUTI BLOGGER CAMP DI TAMANDAYU PANDAAN
Mengikuti acara blogger
adalah harapanku karena aku ingin menjadi seorang blogger. Aku selalu iri
dengan beberapa temanku yang aktif ngeblog dan bisa mendapatkan uang dari ia
ngeblog, bahkan tawaran job review sering ia dapatkan.
Ketika ada info Blogger
Camp aku langsung mendaftarkan diri, pendaaftaran juga terbilang agak telat
karena mendekati hari terakhir pendaftaran, namun aku tetap optimis walau
dengan persiapan yang sedikit.
Panitia memberikan
konfirmasi lewat sms dan email, aku langsung berbunga karena bisa diundang
mengikuti acara ini. Namun ketika aku membuka email, aku membaca kiriman yang
tanpa lampiran. Sehingga aku masih belum paham dengan ketentuan acara tersebut.
Dengan mengandalkan
smartphone aku coba hubungi panitia dan menanyakan ketentuan acara tersebut.
Lantas aku disuruh membaca lampiran yang sudah dikirim, di sana sudah jelas,
bahkan jam dari acara tersebut ditetapkan.
Akhirnya aku harus
bolak-balik ke warnet untuk membuka lampiran di email, karena melalui
smartphoneku tidak bisa dibuka. Apalagi memoriku hilang jadi tidak bisa download lewat playstore beberapa aplikasi yang kubutuhkan.
Pada hari pertama aku
harus berangkat sendiri karena dua orang temanku berangkat sendiri-sendiri,
satu orang berangkat naik kereta sedangkan yang satunya naik motor langsung ke
lokasi kemah, ia mendapatkan keringanan tidak mengikuti pembukaan di Surabaya
karena sedang mengandung.
Aku berharap suamiku
bisa mengantarku, namun ia harus kerja. Akhirnya aku memutuskan naik travel,
biayanya memang cukup mahal, namun aku harus berkorban. Daripada aku naik bus
dan tidak tahu lokasinya dan kesasar, sebaiknya naik travel, langsung ke alamat
yang dituju. Walau supir ternyata juga harus muter-muter karena tak kunjung
menemukan alamat yang dicari karena termasuk hotel baru dan baru ia dengar.
Sesampai di Yello
Hotels aku langsung mengikuti acara. Aku gabung di kloter terakhir untuk
mengikuti tour hotel yang dipandu oleh salah satu pegawai hotel. Tour hotel
dilakukan untuk bahan tulisan, kami harus mengingat dan mencatat sendiri
penjelasan dari pegawai hotel tersebut dan mengambil foto yang sebagus mungkin
untuk disertakan dalam lomba.
Semua orang sibuk foto,
sedangkan aku sendiri aku melihat saja. Smartphone
yang aku gunakan, tiba-tiba mati dan tidak bisa nyala, waktu aku cash sangat
sulit sekali masuk. Aku coba gunakan HP jadulku, namun sayang sekali memori
penuh, sehingga aku harus menghapusi beberapa untuk bisa mengambil foto.
Aku meminta bantuan
teman untuk foto diriku melalui hpnya, hanya lewat hp teman aku bisa mendapatkan
hasil kamera yang cukup bagus. Bersyukur sekali seorang teman berbaik hati
membantu, akhirnya aku bisa dapatkan foto di Yello Hotels, walau hanya satu.
Ketika perjalanan ke
Tamandayu Pandaan, selama di dalam bus para panitia mengumumkan lomba twitter
dan instagram. Rasanya aku ingin mengikutinya, namun smarthoneku mati,
sedangkan hp jadulku tidak bisa digunakan untuk koneksi internet.
Ketika yang lainnya
sibuk otak-atik HP masing-masing, rasanya ada kesedihan tersendiri ketika aku
tidak bisa berpartisipasi dalam lomba tersebut, namun aku tetap berharap semoga
aku bisa mengikuti lomba yang lainnya.
Sesampai di Tamandayu
masih banyak lomba dan kuis yang diadakan oleh panitia, bahkan yang mau
bertanya mereka mendapatkan hadiah. Karena kegalauan dan kekecewaanku, rasa
percaya diriku menghilang. Aku hanya bisa menunduk dan terus mengikuti acara.
Bersyukur aku terhibur
dengan acara api unggun dengan para peserta Blogger Camp, di sana aku
mendapatkan teman baru dan mulai bisa tertawa. Bahkan aku bisa menyaksikan
langsung kebakaran gunung Arjuna yang kerap terjadi kebakaran karena musim
kemarau.
Aku cash smartphoneku,
berharap besok harinya bisa nyala dan bisa digunakan. Aku titipkan ke peserta
laki-laki yang tidur di pendopo, besok pagi akan aku ambil. Lantas aku kembali
ke tenta untuk beristirahat.
Namun ketika berada di
tenda aku tidak langsung tidur, aku mencoba membuat draff untuk lomba blog
keesokan harinya. Nyatanya kendalaku tidak hanya pada smartphone-ku saja, notebook
yang kubawa untuk mengetik, tiba-tiba tidak mau menyala ke tampilan menu.
Padahal aku baru saja servis, aku tak tahu harus diotak atik apa, agar tampilan
bisa ke menu. Akhirnya aku menyerah, dan menyimpan notebookku.
Aku menulis di buku
tulis di tenda yang gelap, sesekali aku terangi dengan nyala dari HP jadulku,
bahkan temanku ikut membantu sebentar menerangi dengan HP-nya. Setelah menulis
beberapa lembar di buku dan melihat temanku tidur semua, akhirnya aku tidur
tepat pada pukul 01.00 WIB. Berharap besok pagi aku bisa melanjutkan dan
mengetik.
Di hari kedua ada lomba
di Twitter dan Instagram untuk upload foto sandal, aku ingin mengikutinya.
Kucek smartphone-ku, baterai yang
dicash tidak masuk. Akhirnya aku harus menunggu agar bisa masuk.
Setelah baterai smarthone bisa menyala, aku ingin
mengupload foto. Namun sekali lagi smartphone-ku
belum terinstal aplikasi Twitter dan Instagram. Baru beberapa hari memegang
smarthone yang sekarang ini, karena sebelumnya smartphoneku harus ditukar
dengan smatphone lainnya yang spesifikasi lebih rendah karena kendala keuangan
keluarga kami. Sehingga uangnya bisa digunakan untuk kebutuhan dapur.
Aku meminta tolong ke
teman barangkali bisa mengirim aplikasi, sehingga bisa kuinstall di
smartphoneku, tetapi sayangnya ia tidak bisa dan aku juga tidak tahu. Waktu aku
coba install di smartphone-ku lewat playstrore, hanya tertulis memori penuh.
Maklum memori eksternalku hilang dan
belum bisa membeli, sekali lagi karena kendala keuangan jadi belum bisa membeli
memori eksternal.
Aku hanya bisa pasrah,
lalu aku mulai mengikuti acara tersebut. Ketika siang hai kami dipersilahkan
melanjutkan draff menulis kami untuk lomba blog, aku mulai mencoba mengetik.
Aku hanya mengandalkan smartphone-ku
yang bisa menyala ketika dicash. Aku terus mengetik, hingga jam 13.00 WIB
smartphoneku kesulitan dalam koneksi internet. Mungkin karena lokasinya, jadi
sinyal sangat sulit. Apalagi yang membutuhkan koneksi unternet tidak hanya
diriku.
Aku mencoba pinjam tab
teman, barangkali bisa. Mungkin kartuku yang tidak mendukung, namun nyatanya
hasilnya sama. Padahal aku sudah menulis lewat smartphone yang ukurannya tidak terlalu besar. Nyatanya, hasilnya
membuatku lemas.
Aku hanya berharap ada
keajaiban dan harapan, setidaknya ada 1 lomba yang bisa kuikuiti, bagaimanapun
aku mengikuti acara ini tidak ingin tidak mengikuti apapun, sangat sayang dan
rugi jika aku harus menyerah.
Sesampai di rumah,
seorang teman mengabari perpanjangan waktu untuk lomba. Aku langsung bersyukur
dan melanjutkan tulisanku. Semoga ada manfaat yang bisa kudapatkan. Setidaknya,
walau aku tidak menang lomba, tetapi aku merasakan perjuangan ketika menulis
dan mengikuti lomba tersebut. Hal ini pengalaman dan pelajaran berharga yang
tak bisa terlupakan.
By:
Zahara Putri
Serunya Blogger Camp Jawa Timur
Blogging Camp Jawa Timur
merupakan acara blogger se-Jawa Timur, yang pesertanya menyebar dari beberapa
kota di Jawa Timur. Diadakan pada Hari Senin-Selasa tanggal 26-27 Oktober 2015
di Tamandayu Pandaan.
Acara ini diadakan dalam rangka memperingati hari blogger nasional, yaitu pada tanggal 27 Oktober. Jumlah peserta yang mengikuti acara Blogger Camp sebanyak 47 orang menyebar dari berbagai kota di Jawa Timur, seperti Surabaya, Bojonegoro, Malang, Mojokorto, Madura, Sidoarjo, dll.
Hari pertama dimulai dengan pembukaan di Yello Hotels yang beralamat di Jl. Jemursari No. 176 Surabaya. Yello hotel merupakan hotel berbintang 3 yang juga merupakan salah satu sponsor dari acara ini.
Para peserta yang datang langsung diarahkan coffee break di ruangan meeting sambil mendengarkan pengarahan panitia. Di Yello Hotels peserta Blogger Camp melakukan tour hotel yang dipandu oleh pegawai Yello Hotels mengelilingi hotel dan mengenalkan ruangan-ruangan yang ada di Yello Hotels.
Yello Hotels memiliki room yang serba putih dan simpel, namun nampak mewah dan fasilitas yang mewadai. Jendela yang tidak memakai tirai, namun dinding bisa dibuka dan ditutup ketika ingin membuka dan menutup jendela. Ada room yang menyatu dengan room sebelahnya. Room satu terdapat 2 tempat tidur, sedangkan room satunya terdapat 1 tempat tidur untuk dua orang.
Acara ini diadakan dalam rangka memperingati hari blogger nasional, yaitu pada tanggal 27 Oktober. Jumlah peserta yang mengikuti acara Blogger Camp sebanyak 47 orang menyebar dari berbagai kota di Jawa Timur, seperti Surabaya, Bojonegoro, Malang, Mojokorto, Madura, Sidoarjo, dll.
Hari pertama dimulai dengan pembukaan di Yello Hotels yang beralamat di Jl. Jemursari No. 176 Surabaya. Yello hotel merupakan hotel berbintang 3 yang juga merupakan salah satu sponsor dari acara ini.
Para peserta yang datang langsung diarahkan coffee break di ruangan meeting sambil mendengarkan pengarahan panitia. Di Yello Hotels peserta Blogger Camp melakukan tour hotel yang dipandu oleh pegawai Yello Hotels mengelilingi hotel dan mengenalkan ruangan-ruangan yang ada di Yello Hotels.
Yello Hotels memiliki room yang serba putih dan simpel, namun nampak mewah dan fasilitas yang mewadai. Jendela yang tidak memakai tirai, namun dinding bisa dibuka dan ditutup ketika ingin membuka dan menutup jendela. Ada room yang menyatu dengan room sebelahnya. Room satu terdapat 2 tempat tidur, sedangkan room satunya terdapat 1 tempat tidur untuk dua orang.

Setelah pembukaan dilanjut perjalanan ke Tamandayu Pandaan, menggunakan fasilitas bus yang disponsori oleh Blue Bird. Selama perjalanan panitia mengadakan lomba dan kuis di Instagram dan Twitter, yang pastinya banyak hadiah yang akan diberikan.
Perjalanan di Tamandayu menuju lokasi perkemahan diwarnai dengan insiden kecil yang menjadikan peserta merasakan suasana tegang, karena bus yang ditumpangi berjalan mundur ketika melewati jalan menanjak menunjuk puncak Tamandayu. Namun, alhamdulillah setelah mengalami naik turun, bus bisa melewati rintangan tersebut.
Di lokasi peserta diarahkan ke tenda masing-masing, untuk meletakkan barang bawaaan, lantas kembali ke pendopo untuk makan malam dan mengikuti acara selanjutnya. Beberapa mengalami lampu mati, namun alhamdulillah diskusi masih terus berlanjut hingga malam. Di tengah acara perwakilan sponsor Blue Bird datang dan mengenalkan perusahaaannya dan memberikan voucher ke peserta yang beruntung.
Acara malam pada tanggal 26 Oktober 2015 diakhiri dengan api unggun, sebelum dipersilahkan tidur di tenta masing-masing. Acara api unggun cukup menghibur dan terasa kebersamaan anggota. Sebelumnya panitia mengumumkan untuk mengikuti lomba upload foto sandal di Instagram dan Twitter dengan hastag sponsor.
Hari kedua tanggal 27
Oktober 2015 Pagi hari di hari kedua semua peserta dan panitia
mengikuti olahraga yang dipimpin salah satu peserta laki-laki yang sudah
dipilih, namun peserta lain boleh ikut menyumbang gerakan senam. Karena belum
ada perwakilan wanita, saya mengajukan diri untuk gerakan inti, sedangkan
gerakan pendinginan dilanjutkan peserta yang lain, yaitu teman satu tendaku.
Kelelahan setelah senam, peserta dipersilahkan makan dan minum dan mempersiapkan diri untuk acara selanjutnya. Pada pukul 08.00 WIB acara selanjutnya dimulai dengan 3 pemateri yang handal dalam blogger, yaitu Mbak Swastika, Mas Yayat Sudrajat dan Mas Frenafid Putra.
Materi yang disampaikan sekilas tentang blog dengan Membangun Kredibilitas Blog. Menurut Mbak Swastika kredibiltas blog mesti dibangun dalam waktu yang lama, melalui banyak hal dan proses yang panjang. Ketika menulis dalam waktu yang lama seorang blogger pasti mengalami Evolusi konten sehingga bisa meramu tulisan sehingga tulisannya menjadi lebih enak dibaca dan mudah disampaikan dan diterima pembaca.
Menurut Mas Frenafid dalam membangun kredibilitas blog hal yang dibutuhkan adalah memberikan konten yang berusaha menyesuaikan dengan selera pembaca dan tidak seenaknya, konten yang bagus, konsisten dan aktif posting, aktif dan mengikuti komunitas blogger.
Sedangkan menurut Mas Yayat Sudrajat, kekeliruan dalam blog yaitu tidak punya tujuan yang jelas, tulisan yang mampu menghancurkan blog, komentar spam dan penyerangan blog. Beliau memberikan Quote yang menarik “Hormatilah pendahulu, sayangi teman dan berbaik hati pada pemula (Casrudi)”.
Setelah materi disampaikan ada tanya jawab sekilas tentang materi dan blog, peserta yang mengikuti sangat aktif, bahkan jumlah orang yang bertanya lebih dari yang dibatasi, sehingga akhirnya panitia membatasi waktu diskusi supaya tidak terjadi kemoloran waktu.
Pada pukul 11.00 WIB dilanjut makan siang lalu lomba blog hingga pukul 13.00 WIB, namun banyak peserta yang mengeluh dengan sinyal yang tidak mendukung. Walaupun draff sudah dipersiapkan di hari pertama atau di sela-sela waktu luang, namun ketika jam hampir pukul 13.00 WIB, banyak peserta yang kebingungan karena masih kesulitan dengan jaringan internet.
Beberapa orang menyerah, namun beberapa terus berjuang mengkuti lomba blog, banyak yang berebut sinyal dengan mengandalkan wifi yang disediakn panitia, namun tetap saja banyak yang belum selesai. Akhirnya lomba blog harus diakhiri dan dilanjut acara selanjutnya yaitu outbond.
Para peserta mengikuti kegiatan outbond, bahkan panitia juga turut bergabung. Ada beberapa permainan dan flaying box. Acara ini merupakan acara yang paling ditunggu peserta karena setelah penat menulis, kami terhibur dengan berbagai permainan yang ditawarkan. Kebersamaan juga terjalin dari acara ini.
Setelah ashar tepatnya 15.30 WIB Blogger Camp berakhir, para peserta dipersilahkan untuk beres-beres. Semua barang bawaan harus dibawa, panitia beberapa kali mengingatkan supaya barang bawaannya tidak ada yang tertinggal.
Para peserta membawa pulang barang yang lebih banyak dari sebelum berangkat, karena banyak oleh-oleh yang didapatkan dari sponsor seperti sandal, buku, dll. Sedangkan yang lolos lomba di Twitter dan Instagram juga membawa hadiah, ada yang berupa tas, ada pula yang berupa voucher menginap di hotel.
Sebelum masuk ke bus, semua peserta dan panitia foto bersama. Banyak keceriaan dan tawa ketika sedang foto bersama. Hal yang didapat setelah mengikuti Blogger Camp yaitu ilmu, teman, kebersamaan dan keceriaan. Para peserta berharap bisa bertemu pada Blooger Camp tahun depan dan mengikutinya kembali.
Kelelahan setelah senam, peserta dipersilahkan makan dan minum dan mempersiapkan diri untuk acara selanjutnya. Pada pukul 08.00 WIB acara selanjutnya dimulai dengan 3 pemateri yang handal dalam blogger, yaitu Mbak Swastika, Mas Yayat Sudrajat dan Mas Frenafid Putra.
Materi yang disampaikan sekilas tentang blog dengan Membangun Kredibilitas Blog. Menurut Mbak Swastika kredibiltas blog mesti dibangun dalam waktu yang lama, melalui banyak hal dan proses yang panjang. Ketika menulis dalam waktu yang lama seorang blogger pasti mengalami Evolusi konten sehingga bisa meramu tulisan sehingga tulisannya menjadi lebih enak dibaca dan mudah disampaikan dan diterima pembaca.
Menurut Mas Frenafid dalam membangun kredibilitas blog hal yang dibutuhkan adalah memberikan konten yang berusaha menyesuaikan dengan selera pembaca dan tidak seenaknya, konten yang bagus, konsisten dan aktif posting, aktif dan mengikuti komunitas blogger.
Sedangkan menurut Mas Yayat Sudrajat, kekeliruan dalam blog yaitu tidak punya tujuan yang jelas, tulisan yang mampu menghancurkan blog, komentar spam dan penyerangan blog. Beliau memberikan Quote yang menarik “Hormatilah pendahulu, sayangi teman dan berbaik hati pada pemula (Casrudi)”.
Setelah materi disampaikan ada tanya jawab sekilas tentang materi dan blog, peserta yang mengikuti sangat aktif, bahkan jumlah orang yang bertanya lebih dari yang dibatasi, sehingga akhirnya panitia membatasi waktu diskusi supaya tidak terjadi kemoloran waktu.
Pada pukul 11.00 WIB dilanjut makan siang lalu lomba blog hingga pukul 13.00 WIB, namun banyak peserta yang mengeluh dengan sinyal yang tidak mendukung. Walaupun draff sudah dipersiapkan di hari pertama atau di sela-sela waktu luang, namun ketika jam hampir pukul 13.00 WIB, banyak peserta yang kebingungan karena masih kesulitan dengan jaringan internet.
Beberapa orang menyerah, namun beberapa terus berjuang mengkuti lomba blog, banyak yang berebut sinyal dengan mengandalkan wifi yang disediakn panitia, namun tetap saja banyak yang belum selesai. Akhirnya lomba blog harus diakhiri dan dilanjut acara selanjutnya yaitu outbond.
Para peserta mengikuti kegiatan outbond, bahkan panitia juga turut bergabung. Ada beberapa permainan dan flaying box. Acara ini merupakan acara yang paling ditunggu peserta karena setelah penat menulis, kami terhibur dengan berbagai permainan yang ditawarkan. Kebersamaan juga terjalin dari acara ini.
Setelah ashar tepatnya 15.30 WIB Blogger Camp berakhir, para peserta dipersilahkan untuk beres-beres. Semua barang bawaan harus dibawa, panitia beberapa kali mengingatkan supaya barang bawaannya tidak ada yang tertinggal.
Para peserta membawa pulang barang yang lebih banyak dari sebelum berangkat, karena banyak oleh-oleh yang didapatkan dari sponsor seperti sandal, buku, dll. Sedangkan yang lolos lomba di Twitter dan Instagram juga membawa hadiah, ada yang berupa tas, ada pula yang berupa voucher menginap di hotel.
Sebelum masuk ke bus, semua peserta dan panitia foto bersama. Banyak keceriaan dan tawa ketika sedang foto bersama. Hal yang didapat setelah mengikuti Blogger Camp yaitu ilmu, teman, kebersamaan dan keceriaan. Para peserta berharap bisa bertemu pada Blooger Camp tahun depan dan mengikutinya kembali.
Karya:
Zahara Putri
Sunday, 27 September 2015
Kuliner Unik di Lawang
WARUNG MAKAN KK/ MIE MBOISDi Sumber Wuni Lawang - Malang ada tempat makan yang unik dalam memberikan menu yang ditawarkan. Tempat makannya tidak terlalu besar, cukup sederhana dan masuk ke dalam kampung, di gang kecil. Ada satu tempat lesehan dan meja kursi pada umumnya.
Makanan yang ditawarkan sebenarnya pada umumnya tempat makan, ada soto, pecel, lalapan, namun di sini harga lumayan murah. Menu yang baru yaitu es mie telur ceplok dan bakso cilok. Di sana juga menjual mie dengan beberapa level dari 0-4. Bisa dibayangkan jika level 4 bagaimana pedasnya. Level 1 saja sudah pedas.
Sebelumnya sebenarnya saya pernah ke sini bersama dengan suami, dengan 1 porsi seharga 6000, dan ketika hari ini saya ulangi harga tetap sama. Hari ini saya hanya memesan es mie telur ceplok dan bakso cilok. Sedangkan ponakan menghabiskan 1 porsi es campur.
Kami melahapnya dengan menikmati suasana di dalam perkampungan, yang tidak terlalu bising dengan suara kendaraan. Untuk rasa lumayan, harga tentu sesuai kantong dan tidak diragukan murahnya.
Bahkan ketika totalan saja saya hanya perlu membayar 25rb, dengan rincian sebagai berikut:

2 bakso cilok @3000 = 6000
2 es mie telur ceplok @ 4000 = 8000
1 es campur = 5000
2 bakso cilok untuk dibawa pulang @3000 = 6000
Total keseluruhan hanya 25000
Murah bukan? Patut untuk kembali. Bagi yang ingin makan murah dan berbeda, bisa berkunjung ke tempat ini.

Malang, 27 September 2015
20.00 wib
<span data-iblogmarket-verification="u5qvnus1RQhn" style="display: none;"></span>
Perjalanan Bangil-Malang Penuh Cerita
Jumat, 18 September
2015
Hari ini aku menunggu
pengumuman dari job review OPPO, sebelumnya aku memang beberapa kali mengajukan
diri job review, tetapi selalu gagal. Aku berharap untuk kali ini adalah
keberuntunganku.
Begitu yakinnya diriku
dan berharapa terlalu besar, akhirnya aku putuskan untuk membeli tiket untuk
keberangkatan besoknya. Tidak tanggung-tanggung, aku membeli tiket pulang
pergi. Perjalanan dari Bangil – Malang.
Aku berencana mengikuti
2 acara, acara pertama pada hari Sabtu tanggal 19 September 2015 jika aku lolos
job review OPPO aku akan datang ke acara tersebut di Malang, sedangkan acara
kedua hari Minggu tanggal 20 September 2015 yang diadakan oleh Oriflame yaitu
beauty demo.
Aku menunggu pengumuman
dari pagi hingga sore, tak kunjung kudapatkan email balasan. Aku tanyakan
temanku mungkin pengumumannya tidak lewat email, tetapi temanku meyakinkan
bahwa pengumuman hanya lewat email.
Pada malam hari, satu
persatu teman-temanku mengabarkan mereka lolos, lalu aku cek emailku tidak juga
kudapatkan email balasan. Hingga menjelang tidurpun emailku masih sepi. Tak ada
satupun email masuk.
Okey, aku coba tetap
positif, barangkali saja panitia lupa, mungkin besok pagi email balasan aka ada.
Aku pun mulai tidur dan berharap paginya kutemukan kabar gembira.
Sabtu, 19 September
2015
Bangun tidur aku
langsung mengecek email, masih sepi. Aku masih optimis, aku menunggu sambil
mempersiapkan barang-barang yang akan kubawa di dalam tas rangselku. Bahkan aku
juga membawa baju ganti.
08.30 WIB
Jam, sudah menunjukkan
keberangkatan kereta. Kereta akan berangkat pada pukul 08.55 wib, email tak
kunjung datang. Akhirnya aku menerima kenyataan bahwa aku memang tidak lolos.
Kecewa? Pasti! Sedih? Iya! Tapi, mau bagaimana? Semoga kegagalan ini langkah
awal kesuksesan.
Kutatap tiket yang sudah
kubeli. Haruskah aku tidak berangkat, sedangkan tiket sudah kubeli? Tetapi hari
Minggu aku akan tetap datang ke acara Oriflame. Okey, fine! Aku akan berangkat.
Tiket yang kubeli akan kumanfaatkan, daripada sayang tidak dimanfaatkan.
08.55 WIB
Aku duduk di gerbong
kereta, kereta mulai melaju dan aku mencoba membuka HP-ku dan mengecek email,
entah harapan kecil nyatanya masih ada, walau sebenarnya kenyataan harus aku
terima.
Satu jam berlalu,
kereta berhenti di stasiun Lawang. Aku memilih turun. Aku akan berlibur dan
menginap di rumah orang tuaku. Tidak akan kuceritakan kegagalanku, aku hanya
ingin berkumpul dengan keluarga.
Saat aku sampai di
rumah, orang tuaku terkejut karena aku datang sendiri. Aku hanya tersenyum,
kukatakan bahwa besoknya aku akan ke Malang dan hari ini aku menginap di rumah
orang tua.
Saat di rumah, aku
menghabiskan waktuku bersama keluarga, nonton film Korea dengan adik, bercanda
dengan ponakan dan memasak dengan Mbak Ipar. Berkumpul dengan keluarga
membuatku begitu terhibur.
Pada malam hari pamanku
datang, paman yang dari Jember, kebetulan dia dinas di Lawang. Beliau seorang
tentara, Angkatan Darat, dan mempunyai jabatan yang sudah tinggi. Di Lawang
beliau melatih bawahannya.
Aku mengenal paman
sebagai seorang yang royal kepada ponakan dan semua keluarganya. Waktu pulang
paman membagi-bagikan unag kepada semua ponakan, adikku dan juga anak dari
kakakku. Aku juga tak ketinggalan, paman memberiku uang walaupun aku sudah
dewasa.
Bersyukur sekali,
ketika aku lagi krisis ada rejeki datang tak terduga. Aku bisa menggunakan uang
tersebut untuk acara besok di Malang. Untuk naik angkot dan membeli makanan dan
minuman jika nantinya aku kelaparan dan kehausan.
Minggu, 20 September
2015
Pagi hari aku diajak
adikku ke Pasar Minggu APP, karena acaraku siang hari akhirnya aku bergabung
dengan kedua adikku ke pasar minggu. Kami bertiga naik angkat dan turun di APP
Bedali-Lawang.
Di pasar minggu banyak
sekali orang jualan dari makanan, minuman, baju, sayur, tas, aksesoris HP, dll.
Jika ke sana tidak membeli apapun tentu akan ngiler, bahkan akupun tertarik untuk membeli jajanan dan beberapa
dompet. Tak terasa jumlah uang yang kukeluarkan di luar dugaan.
Ada sedikit penyesalan,
harusnya uang ini bisa kuhemat tetapi malah dibelikan barang di luar rencana.
Ya, sudahlah. Jadikan pengalaman. Setidaknya dari sana aku bertemu dengan
Supplier tas yang bisa menjadikanku resellernya.
08.30 WIB
Adikku mengajakku
pulang, kupersilahkan mereka pulang duluan. Aku akan melanjutkan perjalanan,
langsung berangkat ke Malang. Setelah adik pulang, aku juga keluar dari Pasar Minggu
dan naik angkot menuju ke Malang.
Aku harus melalui 2x
oper angkot hingga ke kota. Di sana aku tidak langsung ke lokasi karena
tempatnya masih jauh dari jalan besar. Kulihat jam tanganku, masih kurang 1 jam
lagi acara baru dimulai.
10.00 WIB
Sambil menunggu acara
dimulai aku menghabiskan waktu ke warnet di daerah Sigura-Gura Malang, hingga
pukul temanku menghubungi aku menghentikannya dan keluar dari warnet. Temanku
menawariku memboncengku hingga ke lokasi, bersyukur sekali, aku tak perlu jalan
kaku.
11.00 WIB di Ayam
Pakuan Sugura-Gura Malang
Saat sampai di lokasi,
kami langsung masuk ke rumah makan Ayam Pakuan. Aku bersama 2 teman yang lainnya,
langsung menyapa yang lainnya. Sebenarnya aku sudah kenal dari FB, namun untuk
bertemu langsung ini baru pertama kalinya.
Kami melakukan
perkenalan dan sedikit berbincang, selanjutnya kami langsung makan-makan.
Bayanganku sebelumnya akan makan gratis, tetapi buang pemikiran gratisan itu
karena kami memesan makan dan minum harus bayar masing-masing.
Akhirnya aku memilih
menu yang sesuai dengan kantongku, tidak terlalu mahal tetapi setidaknya bias
mengisi perutku dan hilangkan dahagaku. Sebenarnya menu yang di tawarkan di
Ayam Pakuan sangat banyak dan menarik, tetapi sekali lagi. Pilih yang sesuai
kantong! Selain itu tempatnya menarik, apalagi gazebonya, tempat yang asyik
untuk ngumpul dan nongkrong.
Setelah acara
makan-makan selesai, akhirnya acara intipun dimulai. Mbak Rany memberikan
informasi seputra kecantikan dan produk, setelah itu Beauty Demo pun dimulai.
Seorang peserta mengajukan diri untuk dimake over.
Di acara ini banyak
pengetahuan tentang kecantikan dan alat make up yang tidak banyak kuketahui.
Aku memang seorang wanita yang tidak terbiasa merias diri dengan make u, walau
sesekali ada keinginan ingin tampil cantik dengan make up.
Waktu berjalan cepat,
tak terasa acara sudah selesai. Kami semua pulang masing-masing. Begitu pula
dengan aku, aku keluar dari rumah makan lantas dibonceng teman hingga ke
perempatan ITN.
Harusnya aku bisa
langsung pulang dan naik angkot saja, namun aku melihat tiketku, tiket pulang
menunjukkan keberangkatan pukul 17.05 WIB, haruskah aku sia-siakan tiket ini?
Ah, sebaiknya aku manfaatkan. Aku sudah membeli tiket, jadi untuk apa tidak
kumanfaatkan.
Aku mencoba hubungi
temanku yang juga mengikuti acara di Malang, barangkali acara dia sudah selesai
dan kami bisa menghabiskan waktu bersama sampai mendekati jam pulang naik kereta. Temanku mengatakan
acara dia selesai pukul 15.30 wib, akhirnya aku menunggunya sambil jalan kaki
dari daerah perempatan ITN Malang sampai ke tempatnya. Sekitar setengah jam aku
menunggu. Jalan kaki memang melelahkan apalagi jarak sejauh itu, namun dengan
itu aku bisa habiskan waktu dan bisa foto-foto, sekiranya ada tempat yang
menarik untuk objek foto.
Di sana aku bertemu
dengan temanku dan beberapa teman yang lain, mereka anggota Blogger Kekinian
yang lolos dalam acara yang diadakan oleh OPPO. Sungguh aku iri terhadap
mereka, bahkan hari ini pun mereka mengikuti acara Eazy Travel untuk job
review, dan yang membuat ngiri dan terkejut. Mereka dibayar tiap menulis 1
artikel 200rb. Subhanallah, sangat jauh dengan honorku ketika menulis artikel
sebagai ghost writer yang honornya tidak seberapa. 1 artikel
mereka sama dengan 50 artikel yang kutulis. Aku harus menunggu hingga satu
minggu, sedangkan mereka cukup 1 hari dan itu hanya beberapa jam menulisnya.
Sungguh aku iri. Suatu hari aku harus bisa seperti teman-temanku.
“Aku sering gak lolos
tiap melamar job review, Mbak. Ditolak terus!” keluhku.
“Sabar, yang penting
isi terus blog kamu. Rajin nulis blog ntar tawaran juga datang.”
“Tapi kenapa ya, Mbak
aku sering ditolak?”
“Blog kamu, Zee.
Perbaiki blog kamu dan deskripsinya.”
Temanku itu, Mbak Nisa
terus menjelaskan dan mengajariku dalam mengolah blog agar tampilan menarik.
Pertemuanku dengan temanku memberikan aku wawasan baru tentang blog. Bahkan mereka
juga cerita tentang pengalaman menjadi blogger dan tawaran job review yang
terus mengalir.
Setelah banyak menghabiskan
waktu dengan berbagai obrolan dari
obrolan serius hingga santai, akhirnya jam sudah menunjukkan pukul 16.30 wib.
Teman-teman mulai berpamitan satu persatu, dan aku melanjutkan perjalanan
pulang.
Aku mengendarai angkot
AL turun di stasiun, kulihat taman depan stasiun semakin tertata dan bagus.
Rekreasi keluarga yang menarik, jika tidak ingin mengeluarkan biaya dan ingin
bersantai bisa ke taman ini.
Setelah masuk stasiun
dan masuk ke gerbong kereta, aku langsung menempati bangku kosong. Bukan
bangkuku karena tiketku tertulis tidak ada no bangku. Jika nanti ada
pemiliknya, aku akan berdiri. Untungnya hingga sampai turun, tak ada seorangpun
yang mengusirnya.
Fuih, lega. Perjalanan
2 hari ini banyak cerita, pengalaman dan banyak pengetahuan yang kudapatkan.
Semoga kedepannya, harapanku bisa tersampaikan. Menjadi seorang blogger yang
lebih profesional.
Malang, 27 September 2015
Subscribe to:
Posts
(
Atom
)
Efektif Membersihkan Wajah Dengan Dewpre Carrot Cica Water Calming Pad
Siapa di sini yang suka bepergian dengan dandanan cakep, pakai make up lengkap dan menggunakannya seharian? Namun, ketika pulang, males untu...
